Minggu, 20 April 2014

Mengatasi Bosan Pada Anak ketika Berada Di Rumah Sakit





 Memang yang namanya rumah sakit itu identik dengan antrian panjang,penantian dan rasa bosan yang tak ada habisnya,terlebih di rumah sakit pemerintah.Ketika dibelakukannya Jaskesmas,Jamkesda,dan sekarang BPJS,maka memludaknya pasien hampir terjadi di setiap rumah sakit pemerintah di manapun berada.Ini pengalaman pribadi sih,ketika tiap 2 kali dalam sebulan saya harus berkunjung ke rumah sakit untuk mengambil obat anak sulung saya,yang didiagnosa menderita kelainan sistem syaraf,sehingga harus minum obat dalam jangka waktu yang lama serta konsisten tak boleh terlewat.Mau tak mau,suka tak suka,meskipun bukan terpaksa,karena ingin anak sembuh,yaaa bolak balik ke Rumah Sakit sudah menjadi hal yang biasa.Tapi sayang banyak yang harus dikorbankan,selain materi tentunya,dan waktu,juga kenyamanan anak bungsu yang selalu setia ikut,karena memang masih kecil,dan belum bisa ditinggal.
Berangkat dari rumah pagi-pagi sekali,sampai di sana ternyata sudah banyak orang,saya fikir mereka nginap kali ya?Dan setiap mengambil nomor antrian selalu dapat 3 digit itupun angkanya 200 lebih,kebayangkan jam berapa ketemu dokter,lalu ngambil resep,belum lagi konsultasinya,ah pokoknya lama,bisa sore hari baru pulang,apa tidak bosan?Orang dewasa saja bosan apalagi anak kecil.Kebetulan di runah sakit itu ada tempat penitipan anak dan TK, kadang-kadang saya titip ke sana sementara saya daftar ngambil karcis,tapi yang namanya anak gampang bosan,kalau sudah ada tanda-tanda kejenuhan si anak biasanya rewel minta pulang atau minta jajan,ya kalau obat sudah dapat ,kalau belum pastilah dialihkan kejenuhannya dengan jajan.Meski begitu anak sering minta ganti suasana,minta inilah itulah,dan ketika ia mencapai titik puncak kejenuhannya,kita jadi mati langkah,apa lagi nih yang bisa mengalihkan kebosanannnya?Bisa pake Hand Phone,kebetulan banyak video kartun kesukaannya,tapi tetep yang namanya anak enjoynya cuma sebentar,dia bisa agak tenang kalau dibawa ke ruang terbuka dan lari-lari berinteraksi dengan sesama anak lain,dan intinya adalah kita harus jadi 'super mom' yang punya kesabaran tingkat dewa.
Cara lain yang sering saya lakukan adalah bercerita,meski agak malu juga sih kalau lagi bercerita di ruang tunggu,bisa pake suara anak-anak,suara binatang,atau suara tokoh kartun,lucu juga ya mendongeng di rumah sakit,lumayan si anak bisa diam di pangkuan sambil menyimak cerita saya yang ngelantur,dan endingnya dia ngantuk lalu tidurlah dia.Yups jadi tambah beban nih,harus digendong masuk ke ruang dokter untuk konsultasi.Untuk tehnik bercerita ini biasanya saya lakukan disaat mendekati waktu panggilan,sesekali saya nanya ke pasien lain panggilan nomor berapa?Dan kira-kiranya masih jauh,saya bawa anak jalan-jalan dulu keliling rumah sakit,atau saya biarkan dia di taman untuk main.Nah sekiranya nomornya sudah mendekati giliran dipanggil,barulah saya mendongeng.
Kalau boleh milih sih,baiknya anak kecil jangan dibawa ke rumah sakit,karena di sana bukan lingkungan yang cccocok untuk anak sehat,kecuali kalau keadaan memaksa mereka harus dibawa,ya apa boleh buat.Mudah-mudahan apa yang saya sampaika ini bisa bermanfaat,akan lebih baik lagi kalau anggota keluarga kita ada dalam keadaan yang sehat.Aamiin.....!

2 komentar: