Setahun sudah anak saya menjalani therapy pengobatan ke dokter spesialis syaraf,setelah dilakukan pemeriksaan EEG,anak saya di diagnosa mengidap Epilepsi.Awalnya ia sering kejang tiap malam menjelang subuh,bahkan semalam bisa terkena sampai 3 kali dengan tenggang waktu tiap 1 jam,antara jam 2 dini hari sampai jam 5 pagi.
Semula saya tak berobat ke dokter,tapi memakai obat herbal,dengan pertimbangan bahwa sejak usia 1 tahun ia sudah mengkonsumsi obat sampai usia 5 tahun,saya takut ada dampak bagi kesehatannya,namun kejang-kejangnya belum mereda,dari hari ke hari keadaannya tidak membaik,bahkan sampai masuk sekolahpun tak ada perubahan,pelajarannya tak bisa di cerna dengan baik.
Puncaknya,pada waktu itu hari Senin menjelang Maghrib,saya sedang memasak,dan ia tengah menonton TV di kamar,sesaat setelah Adzan Maghrib,saya mendengar suara jeritan anak saya,lalu saya menghampirinya,saya kaget melihat anak saya kesakitan menutupi keningnya yang sudah bengkak sebesar bola golf,hidung dan bibirnya berdarah,menangis sambil meracau,saya panik,dan menelpon suami yang waktu itu sedang membawa anak saya yang ke dua.
Lalu seorang ustad datang dan memberi air yang sudah di beri do'a,beliau bilang ada mahluk halus yang mengganggunya,waktu itu saya iyakan saja,meski hati saya tak berani untuk mempercayainya,karena saya yakin anak saya mungkin kejang dan terjatuh mungkin membentur dinding.
Tidak hanya sampai di situ saja,malam-malam penuh kelelahan kami lewati,anak saya sering ngamuk tak menentu,meracau tak jelas sekilas mirip keraksukan,banyak yang memberi saran agar di rukiah,dan saya lakukan itu,rasanya sudah puluhan ustad saya undang untuk merukiyah,tapi tak kunjung membaik,selain kejang dan mengamuk,ia nampak seperti orang bingung dengan tatapan mata yang kosong,kadang terlihat gembira meledak-ledak,kadang sedih,seperti memiliki kepribadian ganda.Banyak yang berasumsi anak saya terkena gangguan jin,pernah saya bacakan ayat suci ketika ia mengamuk,tapi malah mengikuti apa yang saya baca.
Pada liburan tahun 2012 yang lalu,kami sekeluarga hendak merayakan tahun baru 2013 di Sumedang,namun liburan itu hanya kami isi dengan ketegangan,bahkan pada saat malam pergantian tahun kami malah berkutat dengan rasa was-was karena anak kami semakin menjadi,selain mengamuk dan meracau,ia sering nampak ketakutan dan tatapannya liar tak tentu arah,ia menyebut-b\nyebut nama saya dan nrnrknya,lalu berteriak memohon ampun sambil berkata "Jangan saya,ku mohon jangan saya!".Kami benar-benar heran,ada apa dengan anak ini?Apa penyakitnya?Hati kecil saya mengatakan ia mengidap Epilepsi,apalagi setelah saya searching tentang penyakit itu,banyak gejalanya yang terdapat pada anak saya.
Pulang dari Sumedang saya memutuskan untuk membawanya ke dokter,berbekal surat keterangan dari Desa,Kecamatan,rujukan dari puskesmas,kamipun berangkat ke rumah sakit dengan harapan kesembuhan anak kami,semula puskesmas memberi surat rujukan ke dokter jiwa,namun justru dokter itu memberi rujukan lagi ke dokter syaraf.Dari poli syaraf anak kami harus di CT-Scan,hasilnya normal,barulah melalui EEG diketahui bahwa anak kami menderita Epilepsi,dan harus berobat selama 2 tahun dengan pantangan makanan yang harus dipatuhi agar kejangnya tidak kambuh.
Allhamdulillah setelah berobat ilusinya hilang,tidak meracau,tidak ngamuk,dan lebih tenang,meskipun kejangya masih sering ada,itu tergantung makan yang masuk,ia akan kejang kalau salah makan,Nah itu yang paling susah mengontrol,kalau di rumah masih bisa di awasi,tapi di sekolah luput dari pengawasan,makanan dengan pewarna,pengawet,dan mengandung MSG yang berlebihan akan memicu kejangnya kambuh lagi.
Sekarang kami hanya bisa pasrah menanti kesembuhan sang anak,setelah usaha yang kami lakukan dengan penuh keterbatasan,tapi Alloh maha penolong,kami selalu mendapat kemudahan rezeki,tak lelah pula kami memohon pertolonganNYA,agar kami diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,,AAMIIN.