Rabu, 26 Februari 2014

Manjain anak dengan bijak

Apa kabar Ibu-ibu?Mudah-mudahan sehat sekeluarga,Aamiin.Senangnya kalau anak-anak kita sehat dan lucu-lucu,terkadang kita bangga akan kelebihan dan keluguan mereka,seakan-akan hanya merekalah pengobat semua gundah,dan itu memang alami bagi seorang ibu,mereka akan menganggap anak-anak sebagai malaikat penjaga hati para orang tua.Dan saking sayangnya,terkadang orang tua memanjakan sang anak,karena bagian dari ekspresi kecintaan orang tua terhadap anak adalah dengan memanjakan mereka.
Tetapi,sadarkah kita akan batasan sikap memanjakan anak?Pernahkah kita berfikir kalau sesuatu yang berlebihan terkadang tidak baik dampaknya dikemudian hari,termasuk cara memanjakan anak yang berlebihan,tapi orang tua selalu berkilah anak-anak gue,duit-duit gue,ya betul itu hak setiap orang tua pada anaknya,bukankah memanjakan anak itu bagian dari kasih sayang?
Banyak dampak yang kurang baik jika kita terlalu over dalam memanjakan anak,yang namanya sama anak apa sih yang ngga?Apalagi ditunjang dengan keadaan ekonomi yang sudah mapan,apapun yang anak minta pasti diberi.Sah-sah saja,toh tidak ada yang dirugikan,asal anak senang,bahagia,dan tidak rewel.
Meskipun saya bukan seorang psikolog tapi saya bisa mengambil kesimpulan terhadap beberapa anak yang memang dimanjakan dengan kurang bijak,memang agak sedikit usil,ngapain sih mengurus urusan orang?Saya cuma mau share,kalau ternyata anak-anak yang terlalu dimanjakan itu punya ciri spesifik,terutama dalam berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah,mereka cenderung bossy,karena mungkin di rumahnya dia bisa menyuruh orang-orang dekat untuk melakukan apa yang didinginkan,ya kalau di rumah wajar,karena saking sayangnya pada anak,apapun dilakukan,dan segala kemauan mereka serta yang tidak ingin mereka lakukan bisa dengan mudah terealisasi.Tapi bagaimana kalu di luar,ketika banyak teman sebaya anak-anak kita dengan berbagai karakter,dan harus mau beradaptasi dengan keinginan anak kita,rasanya sulit ya,mungkin hal baiknya,anak kita akan jadi pemimpin,atau panutan,tapi bagaimana kalu justru dikucilkan akibat sifatnya yang bossy,menyamaratakan keadaan rumah dengan linkungan di luar rumah,sehingga anak akan mudah meminta anak-anak lain untuk menuruti keinginannya.Dan amat disayangkan kalau akibat fatal itu adalah ketika anak sulit mendapat teman bergaul.
Mungkin kita tidak pernah sadar kalau anak kita yang kecil ini bisa jadi seorang ditaktor,pernah lihat anak berebut mainan?Nah kita bisa ambil kesimpulan setelah melihat ada salah satu di anatara mereka yang mengalah,atau yang keukeuh mempertahankan mainan yang didinginkan tanpa peduli kalau ada anak lain yang amat sangat menginginkan mainan itu.'Diktator kecil' yang imut ini untuk sementara waktu akan dianggap sebagai kewajaran saja,dan seiring waktu mungkin bisa berubah,apalagi kalau orang tua mau dan mampu memberikan pengertian sejak dini tentang kebossy-an buah hati kita.Dengan bahasa yang lembut dan mudah dicerna,bisa kok memberikan penjelasan pada anak kita.Tujuannya,supaya tidak terbawa sampai besar,dan kalau sampai terjadi akan mempersulit mereka dalam bergaul kelak.
Tetapi kebanyakan orang tua cenderung 'pasrah' akan keadaan itu,mereka tak mau ambil pusing,atau ribut dengan anak,sehingga apapun yang diminta sang anak akan segera dilaksanakan.Kurangnya ketegasan,karena beranggapan ketegasan akan mengakibatkan anak jadi tambah marah,biarlah marah seketika itu saja asal ke depannya mereka lebih baik lagi.Tentunya kita semua ingin yang terbaik untuk anak,dan yang terbaik itu tidak harus yang enak,gembira,mahal,puas,dan tenang.Memberikan ketegasan yang terarah merupakan salah satu dari rasa kasih sayang kita.
Manjakan anak dengan romantika,ada gembira,ada juga kesedihan,agar mereka terbiasa peka sedari dini,dantentunya kita harus melekukannya dengan hati-hati,karena jiwa seorang anak itu rapuh tapi kuat dalam merekam.Kasih sayang yang berlimpah lebih baik diberikan daripada materi,danunsur dari kasih sayang itu salah satunya adalah pendidikan ketegasan.Jangan kalah dengan anak,untuk kebaikan mereka orang tualah yang pegang kendali,bukan anak-anak.Manjakan mereka dengan bijak,karena Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan.Wallahuallam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar